Arsip Tag: Begasingan

Keunikan Upacara Adat Lombok sebagai Daya Tarik Wisata

Keunikan Upacara Adat Lombok sebagai Daya Tarik Wisata

Keunikan Upacara Adat Lombok sebagai Daya Tarik Wisata – Pulau Lombok memiliki bantangan alam yang sangat indah dan menakjubkan. Nggak hanya memiliki panorama alam yang cantik, ternyata lombok juga memiliki banyak ragam tradisi yang unik dan mash di lestarikan hingga saat ini.

Baca juga : Mengenal Adat Istiadat Suku Toraja di Sulawesi Selatan

Para wisatawan pun juga bisa menyaksikan tradisi-tradisi unik tersebut, baik dari wisatawan lokal maupun mancanegara.

Berikut beberapa keunikan upacara adat lombok sebagai daya tarik wisata:

1. Bau Nyale

Tradisi bau nyale ini biasanya situs slot di adakan setiap tahunnya pada tanggal 20 bulan 10 menggunakan tanggal sasak. Tepat 5 hari satu bulan setelah bulan purnama, dan tradisi ini biasanya di lakukan setiap tahun pada bulan februari dan bulan maret.

Kata bau nyale dalam bahasa sasak yaitu tangkap cacing yang hidup di lubang batu karang di bawah permukaan laut. Konon katanya nyale ini di percaya sebagai jelmaan Putri Mandalika yaitu anak dari pasangan Dewi Seranting dan Raja Tonjang Beru dari kerajaan Tonjang Beru.

Ceritanya, sang putri mandalika di perebutkan oleh banyak pangeran dan pada akhirnya ia terjun ke dalam laut dan menghilang tanpa meninggalkan jejak. Saat itu  semua masyarakat mencari sang putri namun mereka hanya temukan segerombolan cacing laut yang kemudian di percaya sebagai jelmaan Putri Mandalika.

Tradisi ini menjadi salah satu destinasi wisata dengan tradisi sasak lombok yang unik dan berhasil jadi penarik perhatian para wisatawan lokal maupun mancanegara.

2. Begasingan

Tradisi ‘begasingan’ merupakan permainan rakyat yang mempunyai unsur seni sekaligus olahraga. Bahkan, tradisi ini termasuk sebagai permainan tradisional yang tergolong tua di masyakarat Lombok.

Begasingan terbuat dari bahan kayu yang di bentuk sedemikian rupa sesuai tradisi daerah asal. Kemudian di beri tali cukup panjang yang di lilitkan di leher begasing.

Permainan ini dapat di mainkan oleh dua orang. Pemain pertama di sebut pemukul atau lebih di kenal dengan istilah penakek pematok, sementara pemain kedua (pemain yang dipukul) dikenal dengan istilah pelepas, ngejang, atau masang.

Adapun nama ‘begasingan’ terdiri mega wheel dari dua kata, yaitu ‘gang’ yang berarti lokasi atau tempat, serta ‘sing’ yang berarti suara. Begasingan sering di tampilkan dengan tujuan mengingatkan masyarakat untuk saling menghormati dan memiliki rasa kebersamaan dalam menjunjung tinggi nilai leluhur.

3. Perang Topat

Merupakan acara adat yang di adakan di Pura Lingsar, Lombok- Nusa Tenggara Barat. Perang ini menjadi simbol perdamaian antara umat Muslim dan Hindu di Lombok.

Tradisi ini biasanya di lakukan pada sore hari, setiap bulan purnama ke tujuh dalam penanggalan Suku Sasak.

Sesuai namanya, perang dalam tradisi ini berarti masyarakat Muslim dan masyarakat Hindu saling melempar ketupat.